Entri Populer

Saturday, 11 December 2010

MERAYU TUHAN

Tuhanku Punya SEGALANYA..


Dalam perjalanan ISLAM menyebar di seluruh dunia, banyak tokoh-tokoh Islam yang penting untuk dikenal dan diteladani.
terlebih mereka adalah tongkat estapet dari ilmu-ilmu yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. dari Sahabat -> Tabiin -> Atba Tabi'in... dan berikutnya turun temurun seperti hujan yang lebat hingga sampailah pada kita,


penting utuk diteladanim karena "pengalaman adalah guru terbaik" 
tokoh kita kali ini yaitu seorang figuran yang hebat, dimana tokoh ini hidup dalam sebuah negara dengan Rajanya Harun Ar-Rasyid , beliau yang seirng kita kenal dengan cerita 1001 malamnya yaitu Ab Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hikami (Abu Nuwas) adalah keturunan dari seorang anggota militer Persia Hani Al-Hakam berasal dari Arab sedangkan Ibunya orag Persian(Iran).


semasa hidupnya banyak diceritakan mengenai perilakunya yang menimbulkan kontroversi dengan profesi sebagai pelawak atau penghibur.
Abu Nuwas juga adalah figur seorang guru yang sangat pintar dimana selalu melontarkan pertanyaan-pertanyaan maupun  menjawab pertanyaan dengan sederhana tapi berbobot, tapi tak jarang juga murid-muridnya sendiri mengomentari pernyataan Abu Nuwas dalam banyak perbincangan.

satu saat Abu Nuwas menerima tiga orang tamu dan masing-masing melontarkan pertanyaan;
1: Manakah yang lebih utama antara orang yang melakukan dosa kecil dengan yang melakukan dosa besar?
Abu Nuwas menjawab : "Orang yang melakukan dosa kecil"
1: Mengapa?
Abu Nuwas : "Sebab dosa kecil itu lebih mudah untuk dibersihkan"
2:Manakah yang lebih utama antara orang yang melakukan dosa kecil dengan yang melakukan dosa besar?
Abu Nuwas ; "Orang yang tidak melakukan keduanya"
2: Mengapa?
dengan tenang Abu Nuwas menjawab "sebab dengan tidak melakukan keduanya berarti orang itu tak berdosa"
3: Manakah yang lebih utama antara orang yang melakukan dosa kecil dengan yang melakukan dosa besar?
Abu Nuwas : "Orang yang melakukan dosa besar"
3: Mengapa?
Abu Nuwas: "karena Alloh adalah maha pengampun"

dengan selesainya pertanyaan dari tiga orang tamu itu, kemudian tamu itu pergi.


tak lama setelah pergi tamu-tamu Abu Nuwas, sontak ada seorang muridnya yang bertanya " Wahai Guruku, Mengapa  satu pertanyaan yang sama bisa dijawab dengan jawaban yang berbeda? dan hasilnya mereka yang menerima jawabanpun puas"


Abu Nuwas terssenyum seraya menjawab " Manusia mempunyai tiga tingkatan , tingkatan Mata, Otak, dan tingkatan Hati"

Kemudian Murid itu bertanya Apakah tiga tingkatan itu?

Abu Nuwas: "Seorang anak kecil akan mengatakan kalau bintang di langit itu kecil, karena terlihat kecil oleh mata"


"Seorang Ilmuwan akan mengatakan bintang itu Besar, karena mereka mempunyai Ilmu Pengetahuan' itu yang disebut tingkatan otak,


" dan seseorang akan mengatakan bintang itu kecil walapun tahu sebenarnya bintang itu besar, karena dalam hati dan pikiranya tiada yang lebih besar melainkan Kebesaran Alloh Swt."


si murid baru faham setelah mendengar penjelesan dari Abu Nuwas yang dengan santainya menjawab pertanyaan dari muridnya itu


kemudian murid itu bertanya lagi
Wahai guruku mungkinkah manusia menipu Tuhannya?


Abu Nuwas menjawab "Mungkin"


si murid terheran-heran 
Bagaimana caranya? bukankah tuhan itu tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa?

Abu Nuwas: "ya tentunya Maha suci Alloh yang tidak pernah Tidur dan tidak pernah Lupa"

tapi manusia sering melakukan dosa kemudian bertaubat.
tu seperti manusia merayu TuhanNya... karena "Alloh itu sesuai dengan prasangka hambanya"


Murid pun bertanya: Adakah do'a untuk merayu tuhan itu? 
tolong ajari aku Guru, ujar muridnya dengan antusias.


Doanya adalah " 
"Ilahi lastu lilfirdausi ahla, walaa aqwa 'ala naaril jahiimi
Fahabli taubatan waghfir dzunubi,  fainaka ghafirudz- dzanbil 'adzimi....


Dzunubi mitslu a'daadir- rimali, fahabli taubatan ya Dzal Jalaali,
Wa 'umri naqishu fi kulli yaumi, wa dzanbi zaaidun kaifa -htimali


Ilahi 'abdukal 'aashi ataak, muqirran bi dzunubi wa qad di'aaka
fain taghfir fa anta lidzaka ahlun, wain tadrud faman narju siwaaka 
  "


"wahai tuhanku... aku tak pantas menjadi penghui syurgaMu, tapi aku sungguh tidak kuat menahan panasnya api nerakaMu, maka terimalah taubatku dan ampinulah segala dosa-dosaku

dosa-dosaku bagaikan pasir dipantai, maka anugerahkan taubat hamba. wahai yang memiliki keagungan, usia hamba berkurang setiap hari sedangkan dosa terus bertambah

Wahai tuhanku, hamba-Mu ini penuh maksiat datang bersimpuh kepadaMu memohon ampunan, jika engkau mengampuni memang engkaupalh pemilik ampunan dan jika engkau menolak kepada siapa lagi aku memohon ampun"


***
Doa itu sampai saat ini sangat populer untuk diamalkan, bahkan banyak pula musisi modern yang membuar syair-syair indah dari doa yang diwariskan dari Abu Nuwas (Allohummagfirlahum)

No comments:

Post a Comment